Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak
Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menggagas program inovatif bertajuk KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) sebagai upaya mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (SD).
Program tersebut disosialisasikan melalui kegiatan Sosialisasi Kurikulum Pembelajaran Ekstrakurikuler Dolanan Anak yang digelar di SD Negeri Kasepuhan 3 Batang, Rabu (17/6/2026).
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Batang, Nurlaili Endahwati, mengatakan bahwa inovasi Ketan Budaya lahir dari keprihatinan terhadap semakin menurunnya pemahaman dan minat anak-anak terhadap budaya lokal, khususnya permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya Kabupaten Batang.
“Di era saat ini, pemahaman dan minat anak-anak terhadap budaya lokal semakin berkurang. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan Sekolah Dasar agar budaya lokal kita tetap lestari dan tidak punah,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Disdikbud Batang akan memperkenalkan berbagai permainan tradisional atau dolanan anak yang akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di sekolah.
Sebanyak sepuluh jenis permainan tradisional telah disepakati untuk diperkenalkan kepada peserta didik, yaitu Congklak, Seprengan, Sudamanda, Yoyo, Egrang, Owal-Awil, Gobak Sodor, Bekelan, Nekeran, serta Beber atau Dam Das.
“Kami berharap kegiatan ini dapat segera diimplementasikan di sekolah-sekolah sebagai sarana pembinaan karakter peserta didik melalui permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong,” tambahnya.
Sebagai bentuk persiapan implementasi program, Disdikbud Batang juga telah melakukan monitoring ke SDIT Permata Hati Batang yang sebelumnya menyelenggarakan classmeeting dengan lomba permainan tradisional. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta didik.
Nurlaili menambahkan, rangkaian program Ketan Budaya akan dilanjutkan dengan Launching dan Festival Dolanan Anak Tingkat Kabupaten Batang yang direncanakan berlangsung pada 6 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro, menyampaikan bahwa program Ketan Budaya diharapkan mampu mengubah kebiasaan anak-anak yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan berinteraksi langsung dengan teman sebaya.
“Melalui inovasi ini, kami berharap anak-anak dapat mengembangkan rasa tanggung jawab, solidaritas, kebersamaan, serta kemampuan bekerja sama dengan baik. Permainan tradisional bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter yang sangat efektif,” ungkapnya.
Melalui Ketan Budaya, Disdikbud Kabupaten Batang berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat karakter serta kecintaan peserta didik terhadap budaya dan kearifan lokal daerah.